Indahnya Berbagi Pengetahuan

Tuesday, 31 May 2016

Cara Mempertahankan Kesempatan Kerja

Pertimbangkan skenario berikut itu, yang telah terjadi selama beberapa decade terakhir (sebagai akibat dari merger, restrukturisasi dan pengurangan pegawai) Situasi ini masih akan terjadi di masa depan selama kondisi perekonomian masih terus berubah-ubah. Apabila anda seorang eksekutif tingkat menengah, yang terhormat, memiliki gaji yang baik dan kelihatannya telah mapan di bidang yang anda pilih sendiri. 

Tiba-tiba saja, perubahan strategi usaha atau perubahan kondisi ekonomi menyebabkan anda dipecat dari pekerjaan anda tersebut. Apa yang harus anda lakukan? Bagaimana anda dapat mencari pekerjaan lain? Menurut beberapa konsultan manajemen dan perekrut eksekutif, berikut ini adalah beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan (Dunham 2002; Rigdon 1992) :

  • Jangan Panik. pencarian pekerjaan membutuhkan waktu, bahkan bila anda merupakan Eksekutif tingkat menengah ke atas dan sangat berkualitas. Jangka waktu yang normal adalah 7 bulan s/d 1 tahun. Bersiap-siaplah untuk menunggu.
  • Jangan Menjadi Getir. Kegetiran dapat membuat pencarian pekerjaan semakin berat dan menyebabkan orang yang akan merekrut anda menjadi tidak berminat.
  • Jangan Menganggap Enteng Diri Anda Sendiri. Analisa kelebihan dan kekurangan anda sendiri secara menyeluruh, apa yang anda sukai dan tidak anda sukai dari suatu pekerjaan dan struktur organisasi. Hadapi apa yang telah terjadi, putuskan apakah anda ingin mengganti bidang pekerjaan atau berganti tempat tinggal dan jangan menunda pencarian pekerjaan terlalu lama.
  • Jangan Kehilangan Arah. Buatlah suatu rencana, targetkan perusahaan yang akan anda kirimi lamaran dan jangan putus asa dalam mengejar target tersebut. Sadarilah bahwa saat ini tugas utama anda adalah mencari pekerjaan. Bukalah jaringan yang luas dan pertimbangkan bidang lain di luar bidang anda.
  • Jangan Malas. Inti pencarian pekerjaan adalah riset. Gunakan internet, public filings (laporan keuangan publik) dan laporan tahunan dari perusahaan yang akan anda jadikan sasaran. Apabila negosiasi menjadi semakin serius, carilah informasi dari orang dalam dan sumber yang terpercaya untuk mengetahui politik dan cara-cara usaha perusahaan tersebut. Anda tidak ingin berada dalam posisi yang lebih buruk daripada posisi anda sebelumnya bukan?
  • Jangan Malu-malu dan Jangan Terlalu Antusias. Mengingat promosi dari mulut ke mulut merupakan sesuatu yang efektif, pastikan anda memberitahu orang-orang yang tepat bahwa anda sedang mencari pekerjaan. Namun anda juga tidak boleh tergoda untuk menerima pekerjaan pertama yang ditawarkan pada anda. Kecuali pekerjaan tersebut benar-benar tepat untuk anda, kemungkinan bahwa pekerjaan yang pertama ditawarkan pada anda merupakan pekerjaan yang salah, resikonya yang cukup tinggi
  • Jangan Abaikan Keluarga Anda. Eksekutif tertentu merasa malu dan tidak memberitahu keluarga mereka apa yang terjadi. Menurut para ahli, pendekatan yang terbaik adalah melibatkan keluarga anda dalam proses dan bersikaplah jujur kepada mereka.
  • Jangan Berbohong. Para eksekutif sepakat dalam hal ini. Jangan berbohong dan jangan melebih-lebihkan apapun, baik dalam resume maupun saat wawancara. Bicarakanlah kegagalan anda secara terbuka sebagaimana anda membicarakan kelebihan anda. Beritahukanlah dengan jujur apa yang terjadi pada pekerjaan sebelumnya.
  • Jangan Terlalu Blak-blakan Mengenai Gaji. Biarkan orang yang akan mempekerjakan anda untuk membuka pembicaraan mengenai hal tersebut. Setelah hal tersebut dikemukakan pastikan anda mengetahui segala aspek dan keuntungan yang berhubungan dengan masa depan keuangan anda.
  • Apabila anda mengirim e-mail pada rekruter atau orang yang akan mempekerjakan anda, pastikan anda tidak sekedar menyisipkan ¨attachment¨, tapi juga menulis pesan singkat pada ¨badan¨ e-mail. Jangan mengisi subjek dengan kalimat-kalimat eksentrik seperti ¨Sayalah orang yang anda cari¨. Dan jangan mengirimkannnya berkali-kali. 
Orang-orang yang pernah mengalami trauma akibat kehilangan pekerjaan dan harus mencari pekerjaan lagi seringkali menggambarkan prosesnya sebagai sesuatu yang melelahkan dan menyebabkan stress. Menghindari kesalahan-kesalahan yang disebutkan di atas dapat membuat anda terhindar dari pencarian pekerjaan yang berlaur-larut daripada semestinya.

(Sumber : How Not to Find A New Job; Cascio F. Wayne, Herman Aguinis. Applied Psychology in Human Resources Management, 6th Edition, 2005. Prentice Hall Pearson. Upper Saddle River. New Jersey. Alih bahasa oleh Dra. Vivi Novianti Sutardi, M.Psi)


0 komentar:

Post a Comment