Indahnya Berbagi Pengetahuan

Monday, 2 May 2016

Kandungan dan Khasiat Kedelai Hitam

Kedelai hitam memang tidak sepopuler kedelai kuning, meski manfaatnya bagi kesehatan tak jauh beda. Hasil penelitian terakhir mengungkapkan bahwa kedelai hitam potensial untuk "mengawal" kolesterol.
Tanaman kedelai hitam termasuk famili Leguminosae, subfamili Papilonideae. Kedelai hitam berasal dari China, kemudian dikembangkan di berbagai negara di Amerika Latin, juga Amerika Serikat dan negara-negara di Asia. Di Indonesia, penanaman kedelai hitam berpusat di Jawa, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

Seperti halanya kedelai kuning, kedelai hitam juga dapat tumbuh sampai ketinggian 1.500m diatas permukaan laut, tetapi ketinggian idealnya adalah 650m dpl. Untuk pertumbuhan, kedelai perlu suhu optimal 29,4 derajat celsius, pH tanah 6,0-6,8. Kedelai hitam dapat ditanam secara monokultur maupun tumpang sari, di lahan kering (tegalan) maupun di lahan bekas padi di lahan sawah.

Meski lebih rendah dibandingkan dengan kedelai kuning, kedelai hitam juga merupakan sumber protein nabati. Rata-rata kandungan protein biji 25 persen, kandungan asam amino terbanyak adalah leusin (400 m/g N2). Kedelai hitam umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kecap atau campuran untuk rempeyek maupun bahan camilan.

Sebagai bahan utama kecap, kedelai hitam memiliki keunggulan tersendiri karena kandungan gizinya yang cukup tinggi, terutama protein dan karbohidrat. Asam amino yang terdapat pada kedelai hitam adalah leusin dan lisin. Keduanya merupakan asam amino yang sangat diperlukan oleh enzim pemecah kedelai untuk menghasilkan kecap dengan cita rasa yang enak, lezat dan khas.

Selain warna, kedelai hitam berukuran lebih kecil daripada kedelai kuning, tetapi tidak ada perbedaan komposisi gizi di antara keduanya. Selain itu, perbedaan jenis kedelai tersebut tidak berpengaruh terhadap efektivitas fermentasi. Sudah sejak lama mutu protein kedelai hitam termasuk paling unggul dibandingkan dengan jenis tanaman lain, bahkan hampir mendekati protein hewani. 

Hal ini disebabkan banyaknya asam amino esensial yang terkandung dalam kedelai, seperti arginin, fenilalanin, histidin, isoleusin, leusin, metionin, treonin, dan triptopan. Hasil studi ilmiah mengungkapkan, kebiasaan makan kedelai hitam secara teratur berpotensi mencegah kegemukan, bahkan menurunkan risiko serangan diabetes. Meski hasil penelitian tersebut baru terbukti pada tikus, para ahli meyakini hal ini juga dapat terjadi pada manusia.

Dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of The Science of Food And agriculture edisi Februari lalu, tim peneliti dari Korea Selatan mempelajari pengaruh diet kedelai hitam terhadap 32 ekor tikus. Setiap hari, tikus-tikus tadi diberi makan sebanyak - banyaknya dengan kandungan kedelai hitam yang bervariasi. 

Setelah dua minggu, tikus yang memperoleh 10 persen energinya dari kedelai hitam mengalami kenaikan berat badan yang tidak terlalu banyak, hanya setengah dari kenaikan berat badan tikus. Kadar kolesterol di darah juga 25 persen lebih rendah. Demikian pula dengan kolesterol LDL yang merugikan, kadarnya 10 persen lebih rendah.

Lebih lanjut, menurut David Bender, Wakil dekan di Royal Free and University College Medical School, London, Inggris, protein pada kedelai hitam berpotensi menurunkan asam lemak dan kolesterol. Protein tersebut berperan saat lemak diuraikan dalam hati dan jaringan lemak. 

Temuan ini menjelaskan mengapa makanan tradisional di sejumlah negara Asia memanfaatkan kedelai hitam untuk melawan diabetes. Namun, yang harus diingat, asupan kedelai hitam saja belum cukup untuk mengendalikan penyakit diabetes. Aktivitas fisik dan pola makan yang berimbang dan sehat terbukti sangat efektif dalam menurunkan risiko penyakit ini.

Nah, ada baiknya jika Anda mulai melirik dan mengonsumsi kedelai hitam lebih banyak lagi, tak sekedar sebagai campuran makan atau camilan.

Kandungan Berkhasiat 

1. Protein nabati. 
Kandungan protein biji rata - rata 25 persen, kandungan asam amino terbanyak adalah leusin (400 mg/g N2). Protein dalam kedelai hitam terbukti dapat dijadikan pilihan untuk diet rendah lemah jenuh dan kolesterol, sehingga baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah jantung.

Protein kedelai hitam juga bermanfaat membantu metabolisme jaringan lemak den hati. Tak heran, dalam komponen obat Asia untuk terapi diabetes dan hipertensi, kedelai hitam di percaya,dapat mengurangi sintesis asam lemak baru dan kolesterol, peradangan, memperlancar sirkulasi darah, serta mengobati gangguan hormon.

2. Isoflavon. 
Karena mengandung isoflavon yang terdiri atas finestein, daidzein, den glicitein, konsumsi kedelai hitam dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara meningkatkan profil lemak darah, khususnya menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).

3. Asam amino bersulfur. 
Beberapa penelitian mengungkapkan, kedelai hitam rendah kandungan asam amino bersulfur. Asam amino bersulfur ini dapat menghambat resorpsi kalsium oleh ginjal yang menyebabkan lebih banyak kehilangan kalsium dalam urin. 

4. Serat alami. 
Kandungan serat dalam kedelai hitam juga sangat tinggi den bermanfaat untuk membantu sistem pencernaan tubuh, sehingga dapat mengurangi waktu transit zat-zat racun yang tidak dibutuhkan tubuh. Kandungan serat ini juga membantu mengurangi risiko terjadinya kanker kolon.


0 komentar:

Post a Comment