
Bulan Oktober adalah sebagai bulan National Cyber Security Awareness, CA (NYSE:CA) dan National Cyber Security Alliance (NCSA), dengan mengumumkan hasil dari studi pertama mengenai jaringan sosial yang menganalisa hubungan antara tindakan online tertentu dengan potensi menjadi korban kejahatan cyber. Walaupun situs jaringan sosial seperti MySpace dan FaceBook telah diteliti dari sudut keamanan fisik, survey tersebut menganalisa kelakuan pengguna online dan kemungkinan ancaman seperti pemalsuan, pencurian identitas, spyware komputer dan virus. Poin-poin penting dari survey tersebut antara lain:
- Walaupun 57 persen dari pengguna situs jaringan sosial mengakui bahwa mereka mencemaskan kemungkinan menjadi korban kejahatan cyber, mereka tetap memberikan informasi yang dapat menempatkan mereka dalam risiko. Contohnya, 74 persen dari pengguna telah memberikan informasi pribadi dalam berbagai macam bentuk, seperti alamat e-mail, nama dan tanggal lahir mereka.
- 83 persen dari pengguna telah mentransfer data yang tidak diketahui dari profil pengguna lain, yang membuat PC mereka menjadi lebih rentan akan serangan.
- 51 persen dari orang tua yang mengetahui jaringan social anak0anak mereka tidak membtasi profile anak-anak mereka sehingga hanya teman saja yang dapat mengaksesnya, sehingga profil ini lebih rentan akan bahaya.
- Selain itu, 36 persen dari orang tua yang telah di survey menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak memonitor anak-anak mereka saat menggunakan situs jaringan sosial
Berbeda dengan persepsi umum bahwa menikmati jaringan sosial adalah aktivitas yang dinikmati secara eksklusif oleh remaja, studi jaringan sosial CA/NCSA menunjukkan bahwa sebagian besar orang dewasa (48 persen) berusia 18 tahun ke atas , menggunakan situs-situs tersebut. 53 persen dari orang dewasa yang menggunakan situs jaringan sosial berusia di atas 35 tahun. Meningkatnya jumlah orang dewasa yang menggunakan situs-situs tersebut adalah indikasi kenaikan popularitas dan juga potensi risiko keamanan-dari situs jaringan sosial.
"Walaupun komunitas umum berpikir bahwa sebagian besar pengguna situs jaringan sosial adalah remaja, survey CA/NCSA menunjukkan bahwa popularitas situs-situs tersebut telah menjangkau lebih jauh dari hanya young early adopters dan mencapai segmen populasi lainnya," sebut Ron Teixeira, Executive Director NCSA. "Pengguna yang telah sering mengunjungi situs-situs tersebut seharusnya menyadari bahwa data yang mereka gunakan bersama dapat membuat mereka lebih rentan atas serangan online.
Memberikan nomor social security, tanggal lahir dan nama adalah amunisi bagi para kriminal untuk membajak data keuangan dan mendapatkan informasi pribadi pengguna."
Survey CA/NCSA juga menyatakan bahwa pengguna situs jaringan sosial tidak hanya memberikan informasi yang mempunyai potensi berbahaya, tetapi juga melakukan tindakan yang penuh risiko seperti downloading file yang tidak diketahui dan menjawab email dan pesan singkat yang tak diminta. Semua aksi tersebut dapat mengakibatkan pencurian identitas, spyware komputer, virus dan risiko-risiko lain. 83 persen dari pengguna jaringan sosial telah mendownload isi dari profil pengguna lain. 31 persen orang dewasa yang menggunakan situs-situs tersebut telah merespon email phishy atau pesan instan.
Orang dewasa yang menggunakan situs jaringan sosial bisa menempatkan tidak hanya diri mereka dalam risiko, tetapi juga bisnis mereka dan tempat kerja mereka dalam bahaya. Dari orang yang mempunyi akses pada komputer di tempat kerja, 46 persen membuka situs-situs tersebut dan melakukan tindakan yang penuh risiko, membuat tempat kerja mereka rentan terserang ancaman keamanan online.
"Dengan meningkatnya popularitas penggunaan situs jaringan sosial, masyarakat harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi data mereka di rumah dan kantor," kata David Luft, Senior Vice President Product Development CA. "Selain memasang dan meng-update firewall, piranti lunak anti-spyware dan anti-virus, para pengguna juga harus waspada akan tindakan-tindakan yang dapat membuat mereka mudah diserang hackers, pencuri dan penjahat online."
Survey tersebut juga menyatakan bahwa banyak orang dewasa mengambil tindakan pencegahan atas anak-anak mereka. Dari orang tua yang mengetahui bahwa anak mereka yang berumur di bawah17 tahun yang menggunakan situs jaringan sosial, 64 persen memonitor profil anak mereka dan 49 persen hanya membolehkan profil anak mereka dilihat oleh teman-temannya. Kebanyakan orang dewasa telah mendiskusikan tindakan keamanan dengan anak-anak mereka; 94 persen telah berbicara mengenai cara menghindari penjahat, 72 persen telah berbicara mengenai cara menghindari piranti lunak yang berbahaya dan 64 persen telah berdiskusi mengenai cara menghindari penipu yang mencoba mencuri uang.
Dalam upaya melindungi dari anda sendiri, berikut masukan dari NCSA dan National Consumers League untuk tetap aman selagi mengunjungi situs jaringan sosial:
- Lindungi data finansial anda dan informasi sensitif lainnya. Jangan pernah menyediakan atau memasang nomor Social Security, tanggal lahir, alamat, nomor telpon, nomor bank atau kartu kredit, atau informasi pribadi lainnya yang dapat digunakan oleh para kriminal.
- Bayangkan situs jaringan sosial seperti tempat iklan di dunia maya. Polisi, personil universitas, penyedia lapangan kerja, penipu, tetangga-semua orang dapat melihat informasi apa saja yang anda pasang.
- Berpikir dua kali sebelum membuka link atau download attachment dari email, karena dapat mengandung virus atau spyware yang dapat merusak komputer dan mencuri informasi pribadi anda, termasuk kata sandi online dan nomor account.
- Lindungi komputer anda. Gunakan filter spam, piranti lunak anti-virus dan anti-spyware dan firewall.
- Hati-hati terhadap penipu. Para penjahat sering mengamati situs jaringan sosial untuk menemukan korban yang dapat dikenakan penipuan berbagai macam, seperti undian palsu, peluang kerja palsu dan investasi gadungan.
Sumber : http://mediaku- mediamu.blogspot .com/2006/ 10/83-persen- dari-pengguna- situs-jaringan. html
0 komentar:
Post a Comment