Indahnya Berbagi Pengetahuan

Kata-kata Hikmah

Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Kata-kata Hikmah

Hidup hanya Sekali dan Mati itu Pasti. Semuanya akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Dimanakah kamu berdiri dan dimana kamu berpihak?.

Kata-kata Hikmah

Barangsiapa yang bersandar pada hartanya, ketahuilah bahwa sewaktu-waktu ia akan miskin. Barangsiapa yang bersandar pada harga diri, ketahuilah bahwa suatu saat ia akan hina. Barangsiapa yang bersandar pada akalnya, maka ia akan tersesat. Namun, Barangsiapa yang bersandar pada Allah, sesungguhnya dia tak akan pernah miskin, hina, dan tersesat. (Ali bin Abi Thalib)

Kata-kata Hikmah

Tinggalkanlah yang membuatmu ragu kepada yang tidak ragu. Seseungguhnya jujur itu ketenangan dan bohong itu keraguan {HR at-Tirmidzi}.

Kata-kata Hikmah

Orang yang sukses adalah mereka yang berhasil mengenali, menggali, dan memompa seluruh potensi diri, sehingga mampu menggagas karya-karya dan ide-ide terbaik demi kemaslahatan umat.

Saturday, 6 May 2017

Serba Kecil Serba Imut

1. Pistol terkecil di Dunia yang benar-benar bisa menembakkan peluru!

SWissMiniGun ini kecil banget, ukurannya nggak lebih dari anak kunci, tapi bisa menembakkan peluru dengan kecepatan 270 mph, yang sanggup membunuh dalam jarak dekat. Pistol ini diakui secara resmi sebagai revolver terkecil di dunia, dan dipasarkan sebagai barang koleksi. Ukuran panjangnya hanya 5,5 cm. Bahan pembuatnya adalah baja anti karat dengan harga sekitar 60 juta Rupiah.


2. Ikan Terkecil di Dunia

Ikan ini ditemukan di rawa-rawa di daerah Sumatra . Ikan ini jika dewasa, panjangnya bisa mencapai 7,9 mm! Kecil banget ya!


3. Teddy Bear terkecil di Dunia

Boneka yang tingginya cuman 5 mm ini dibuat oleh Bettina Kaminski dari Jerman. Boneka ini secara resmi dinyatakan sebagai boneka Teddy Bear terkecil di dunia... tapi ga asik ya.. ga bisa dipeluk2...


4. Kuda terkecil di Dunia

Nama kuda ini adalah thumbelina, kuda yang tingginya hanya 17 inci, atau sekitar setengah meter. Thumbelina lahir di peternakan yang mengkhususkan diri menyediakan kuda mini.


5. Anjing Terkecil di Dunia

Pinnochio, nama anjing ini, beratnya hanya setengah kilo dan ukuran tubuhnya nggak lebih besar daripada kaleng coca cola. Sayangnya Pinnochio meninggal, hanya karena nafsu makannya yang terlalu besar. Jadi Pinnichio ditemukan pemiliknya, meninggal dengan kondisi perut penuh


6. Burger terkecil di Dunia

Burger ini adalah burger terkecil yang bisa dimakan, lengkap dengan roti kecil dan bahkan pake kentang goreng mini juga lho!


7. Bayi terkecil di Dunia

Perkenalkan, Amillia Taylor , pada saat dilahirkan di 24 Oktober 2006, ia dilahirkan pada usia sangat muda dan dianggap sebagai bayi prematur termuda yang masih bertahan. Ia lahir di usia 22 minggu. Pada saat lahir, beratnya hanya 280 gram, dan tingginya hanya 24 cm! Bayangkan, saking kecilnya, kakinya masih transparan!

8. Poci Teh terkecil di Dunia

Poci keramik ini dibuat oleh Wu Ruishen, ahli keramik terkemuka di China . Berat poci ini hanya 1,4 gram, dan benar-benar bisa berfungsi lho!!!


9. Kadal Terkecil di Dunia

Tokek kerdil atau Jaragua Sphaero, hanya berukuran 0.6 cm, atau kurang dari 2 cm saja. Kadal yang hampir punah ini memiliki habitat asli di Amerika Latin


10. Karya seni terkecil di Dunia

Willard Wigan MBE, seniman pembuat karya diatas, terlahir di Birmingham pada 1957. Ia menderita disleksia dan kesulitan belajar, sekolah ditempuhnya dengan susah payah, dan akhirnya ia menemukan dunianya dengan membuat banyak hal yang hampir tidak mungkin dinikmati (dilihat aja susah) dengan mata telanjang. Bayangkan aja, miniatur Patung Liberty ini bahkan dapat muat di kepala jarum!
 
Ada yang mau menambahkan ???

Lima Keahlian Komunikasi Bagi Pemilik Usaha

Keahlian berkomunikasi itu mutlak bagi setiap pemilik usaha. Dan perhatikanlah bahwa "berbicara" adalah keahlian yang diletakkan di nomor satu. Anda berbicara setiap hari dengan orang di sekeliling Anda. Dalam briefing atau meeting pagi, presentasi bisnis, bahkan di saat makan siang.

Berikut adalah lima keahlian komunikasi yang merupakan kelengkapan standar bagi setiap orang yang memiliki usaha.

KEAHLIAN #1: BERBICARA


Saat ini, berbicara tidak lagi hanya sekedar "plus" dalam dunia usaha. Makin tinggi peringkat atau posisi seseorang dalam bisnis apapun, keahlian berbicara menjadi semakin krusial. Public speaking telah menjadi "norma" bagi eksekutif senior.

Dalam mengurus bisnis sehari-hari, Anda pasti akan menjelaskan krisis bisnis di hadapan sejumlah orang. Bahkan, jika Anda pengusaha kecil, berbicara adalah bagian dari bisnis itu. Anda harus banyak berbicara untuk menggalang network, untuk mempresentasikan bisnis, untuk menjaring kolega, atau untuk memasarkan produk. Kesuksesan bicara Anda berkorelasi langsung dengan bottom line di laporan rugi laba Anda.

Anda memang tidak perlu menjadi orang yang cemerlang atau jenius. Orang yang
diperlukan adalah orang yang punya pengaruh kuat pada orang lain. Dan pada saat yang sama, pebisnis yang bisa berbicara dengan baik, cenderung dipersepsi lebih kuat, lebih pandai, dan lebih dihargai.

Di luar dunia bisnis, Anda akan meneruskan upaya mencari dan menemukan berbagai kesempatan. Di rapat RT, di arisan keluarga, di jamuan makan, di pesta atau kondangan, di organisasi sosial dan sebagainya. Dalam banyak kasus itu, kemampuan public speaking akan sangat berguna.

Berbicara baik dengan cara yang baik, adalah keharusn bagi pengusaha.

KEAHLIAN #2: MENDENGAR

Mendengar pada intinya mencerminkan perbedaan antara closing atau losing penjualan, mendapatkan atau kehilangan klien, memotivasi atau mereduksi semangat tim, membangun atau menghancurkan hubungan antar karyawan.

Mendengar adalah prasyarat bagi kesuksesan bisnis.

"Know how to listen, and you will profit even from those who talk badly."

Mendengar sangat penting. Tidak mendengar pasar, Anda akan keluar. Tidak mendengar karyawan, Anda akan sendirian. Tidak mendengar kompetitor, Anda akan 'ngglosor'. Tidak mendengar diri sendiri, Anda mati.

Pelajari sekali lagi tentang kendala mendengar, dan terjemahkan artikel ini dalam konteks berbisnis:

KEAHLIAN #3: MENULIS

Segala yang resmi, cepat atau lambat harus dituliskan. Sayangnya, menulis sering pula menjadi kendala yang tak kalah berat bagi sebagian pengusaha. Mereview sebuah laporan misalnya, seringkali menjadi pekerjaan yang memusingkan.

Lihatlah kemali berbagai draft yang sampai ke meja Anda: Proposal dari pelanggan besar. Strategic partnership. Policy statements. Press release. Surat untuk investor. Semuanya menuntut kehalian menulis.

Dalam konteks ini, apa yang Anda tulis adalah apa yang Anda dapat. Tulisan Anda harus jelas, sederhana dan akurat.

Jika Anda adalah profesional atau pebisnis yang bukan penulis, artikel ini mungkin bisa memicu motivasi Anda untuk mulai berlatih menulis:

KEAHLIAN #4: MEMIMPIN RAPAT

Bayangkan ini: Rapat dapat membuat dunia menjadi damai, dan sekaligus dapat membuat dunia menjadi lapangan perang.

Rapat dapat membuat 15 jam Anda dalam seminggu menjadi 15 jam yagn damai, atau 15 jam yang membuat frustrasi. Ini, juga berlaku bagi manajer yang hebat "time management"-nya sekalipun.

Kemampuan memimpin rapat, akan menentukan siapa yang akan ikut dan apa yang akan mereka capai. Kesia-siaan, atau sesuatu yang bernilai.

KEAHLIAN #5: RESOLUSI KONFLIK

Pebisnis, sayangnya, punya banyak konflik. Jika tidak dengan klien, ya dengan orang dalam. Jika tidak dengan orang dalam, ya dengan otoritas. ika tidak dengan mereka, ya dengan pemegang saham.

Anda adalah wasit di dalam bisnis.

Jika Anda menemukan bahwa Anda masih belum optimal memiliki semua keahlian di atas, maka efektifitas Anda dalam mencapai hasil dan sasaran bisnis akan terganggu dan bias. Untuk itu, Anda perlu menajamkan semua toolkit di atas, dan pada saat yang sama menularkan semua itu ke dalam tim Anda.

Bapak dan Ibu sekalian, bisakah Anda memberi alasan; mengapakah keahlian berbicara di nomor 1 letaknya?

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Dianna Booher, CSP
CEO of Booher Consultants dan ExpertSpeaker
Konsultan Komunikasi 


6 Cara Mengatakan "Tidak"

Ada beberapa cara penolakan atas permintaan atau ajakan dari seseorang yaitu dengan :

1. Cara Langsung
Saat seseorang meminta Anda melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin melakukannya, katakanlah tidak. Tanpa meminta maaf, tembaklah langsung.

TIDAK, terimakasih.

2. Cara Refleksi
Di sini Anda melibatkan pemahaman tentang isi dan "rasa" dari permintaan yang diajukan kepada Anda, kemudian Anda menambahnya dengan penolakan halus di baian akhir.

Saya tahu Anda ingin berbicara dengan Saya tentang hal itu, TAPI Saya tidak bisa makan siang bersama Anda hari ini.

3. Cara Argumentasi
Berikanlah argumentasi yang jelas dan otentik untuk penolakan Anda, tanpa membuka peluang lebih jauh untuk negosiasi.

Saya tidak bisa makan siang dengan Anda, SEBAB ada laporan yang harus Saya selesaikan segera.

4. Cara Rain Check
Suatu cara mengatakan 'tidak' untuk sebuah permintaan tanpa mengatakan 'tidak' dengan tegas.

Saya tidak bisa makan siang dengan Anda hari ini, TAPI mungkin depan bisa.

5. Cara Enquiry
Dengan bersikap terbuka terhadap permintaan, untuk melihat apakah itu juga yang memang Anda inginkan.

Saya tidak bisa makan siang hari ini, TAPI apa ada hal lain yang Anda ingin bicarakan selain proposal itu?

6. Cara Merajuk
Ini cara yang paling mungkin digunakan untuk setiap situasi. Ulangi saja penolakan Anda, lagi, lagi dan lagi. Tanpa penjelasan. Gunakan intonasi yang tepat.

+ Tidak, terima kasih. Saya tidak bisa makan siang dengan Anda.
- Ayolah, nggak lama kok.
+ Tidak, terima kasih. Saya tidak bisa makan siang dengan Anda.
- Ayolah, Saya yang traktir.
+ Tidak, terima kasih. Saya tidak bisa makan siang dengan Anda.

Yang berikut ini tambahan dari Saya.

CARA PENUNTASAN DAN ANCAMAN

Pokoknya tidak. Sekali tidak tetap tidak.
Tidak. Kalo nggak kita nggak bakal ketemu lagi.
Tidak. Ngomong lagi gua gaplok luh!
Tidaaaaaaaaaaaaaaaa kk!!!!!
 
 

Friday, 5 May 2017

Andalah Orangnya!


Terjemahan bebas dari materi oleh Paul Evans

Alasan nomor satu yang sering Saya dengar, tentang penolakan orang untuk berbicara di depan publik adalah, "Emangnya Saya ini siapa, bicara di depan audience ini? Saya bukan siapa-siapa."

Pertama, Andalah orang yang harus berbicara jika Anda MENGINGINKANNYA.

Setiap pembicara profesional memulainya di tingkat nol. Hanya saja, mereka melakukan satu hal: Mereka memutuskan untuk bicara. Mereka memutuskan untuk menjadi pembicara. Suatu hari mereka mengatakan pada dirinya sendiri, "Saya akan menjadi expert dalam bidang..." Dan memang itulah yang mereka capai.

Anda bisa menjadi expert hanya untuk satu hari, jika Anda memang mau. Jadilah ORANG ITU untuk subyek tertentu. Pelajari. Serap semaksimal mungkin.

Jika kita bicara iklan, ORANG ITU adalah Basuki atau Deddy Mizwar;
Bicara pemasaran, ORANG ITU adalah Hermawan Kertajaya atau Rhenald Kasali;
Bicara kesehatan seksual, ORANG ITU adalah Naek L Tobing;
Jika kita bicara Windows, ORANG ITU adalah Bill Gates.

Anda bisa menentukan untuk diri sendiri, Anda adalah ORANG ITU. Dan ORANG ITU tidak harus satu.

Ambillah keputusan untuk menjadi ORANG ITU, orang yang menyampaikan pesan dari hati, atau pesan yang dititipkan kepada Anda.

Kedua, Anda adalah UNIK.

Tidak ada ANDA yang kedua. Kedengaranya klise, tapi tidak. Cara anda memandang hidup. Cara Anda mereguk hidup. cara Anda menjalani hidup. Cara Anda mentertawakan hidup. Cara Anda menangisi hidup. Cara Anda memimpikan hidup.

Tidak seorang pun bisa melakukannya seperti Anda melakukannya.

Para pembicara profesional, mengandalkan pengalaman pribadi mereka dalam berbagai sesi bicara. Hanya itulah cara terbaik untuk menunjukkan kredibilitas
mereka di dalam berbagai pesan dan bicara mereka. Apa yang membuat hal ini bisa diterima, adalah fakta bahwa mereka mengantarkan berbagai nilai melalui kehidupan mereka sendiri.

Anda juga bisa.

Anda punya segudang pengalaman bernilai yang bisa dibagi untuk menolong orang lain. Untuk belajar, untuk meringankan berbagai beban, dan untuk tumbuh dan berkembang.

Saya ceritakan tentang salah satu kisah hidup Saya.

Delapan tahun yang lalu, istri Saya meninggal mendadak. Usianya dua puluh tujuh tahun. Saya sendiri dua puluh lima tahun waktu itu. Anak kami, Sam, baru berusia lima minggu. Kematian istri Saya terjadi tepat di depan mata Saya.

Sebagai seorang suami muda dan orang tua, apakah Saya adalah pria pertama yang
mengalami tragedi ini? Tidak. Akan tetapi, pengalaman Saya itu hanya bisa diceritakan oleh saya sendiri. Bukan oleh orang lain.

Saya telah menceritakan pengalaman itu kepada ribuan orang.

Anda mungkin tidak percaya, bahwa kisah saya ini bisa sangat membantu orang lain dalam menghadapi hidupnya. Hidup pribadi dan kehidupan bisnis mereka. Dari pelayanan yang baik oleh pihak pengurus pemakaman dan pihak asuransi jiwa, Saya bercerita kepada ribuan orang tentang betapa baik dan benarnya yang telah mereka lakukan.

Tapi itu belum semua.

Saya juga bisa berbagi dengan berbagai organisasi, yang menginginkan Saya mengajari orang-orangnya untuk menikmati setiap momen, dan tidak hidup sekedarnya.

Saya bisa saja membatasi diri Saya hanya pada satu pasar atau topik. Tapi itu juga bukan keharusan.

Anda mungkin berpikir, "Tidak seperti itu yang terjadi pada Saya." saya berharap tidak. Tapi Anda memang tidak membutuhkan sebuah kejayaan atau sebuah tragedi untuk menjadi ORANG ITU. Jadilah Anda saja!
Andalah orang yang harus berbicara.
Andalah yang diminta untuk berbicara.
Andalah yang punya pesan.
Andalah yang mengalami pengalaman.
Andalah ORANG ITU, yang tidak ada yang menyamai ORANG ITU.

Elemen Berbicara dan Mendengar

Terjemahan bebas dari materi dalam:
Journal of Augustus 1997
The Institute of Management Excellence


 
METODE KOMUNIKASI

Para ahli mengatakan bahwa komunikasi disusun dengan beberapa metode: kata-kata, suara, tekanan suara, dan berbagai sinyal non verbal. Dari semua itu, beberapa memiliki efektifitas yang lebih tinggi dari pada yang lain dalam proses penyampaian pesan. Berdasarkan riset yang dilakukan, dalam suatu percakapan:

Kata-kata memiliki efektifitas 7%
Tekanan suara memiliki efektifitas 38%
Sinyal non verbal memiliki efektifitas 55% (lihat catatan kaki).

Yang dimaksud dengan Sinyal non verbal adalah termasuk:
  • Bahasa tubuh (misalnya: persilangan tangan, cara berdiri, cara duduk, sikap rileks, dan sikap tegang)
  • Emosi dari pengirim pesan dan penerima pesan (misalnya: berteriak, berbicara provokatif, antusias)
  • Faktor penghubung antar manusia yang lain (misalnya teman, musuh, kesamaan profesi, persamaan atau perbedaan umur, persamaan filosofi, sikap, pengharapan)

Dengan kata lain, APA yang Anda katakan tidaklah sepenting BAGAIMANA mengatakanya!

Sebuah pesan yang buruk, disampaikan oleh seorang pembicara yang kharismatik, diisi dengan energi dan antusiasme, akan diterima sebagai sebuah pesan yang brilian.

Sebuah pesan yang luar biasa, disampaikan oleh seorang pembicara yang tidak tertarik dengan topik dalam pesan itu, tidak akan diterima oleh audience dengan antusias.

Salah satu contoh klasik dari komunikasi verbal yang hebat adalah pidato "I Have A Dream" yang disampaikan oleh Martin Luther King.

Mengapa pidato itu menjadi legenda besar? Sebab pidato itu diisi dengan citra visual yang penuh kekuatan yang memprovokasi emosi audience, disampaikan dengan bersemangat oleh seseorang yang menangkap impian dari setiap ras manusia. Sejalan dengan waktu, pidato itu bergeser menjadi lambang harapan bagi semua orang, tanpa melihat rasnya.

ELEMEN BERBICARA
  • Bahasa tubuh
  • Kualitas suara
  • Niat di belakang pembicaraan
  • Cara: langsung atau tidak, keramahan
  • Pakaian (gaya, warna, kepantasan pada situasi)
  • Alat bantu visual, animasi
  • Kontak mata
  • Emosi dan kekuatan
  • Konsep dan tata nilai pribadi
  • Konsep dan tata nilai orang lain
  • Kemampuan mendengar, menangkap isi utama pesan
  • Berbicara dari hati
  • Energi
  • Setting, waktu, tempat dan timing
  • Bagaimana pembicara menguasai pesan yang akan disampaikan
  • Sensitifitas
  • Ritme dan kecepatan
  • Sikap dan kepercayaan diri
  • Raport dan reputasi
  • Agenda
  • Tujuan berbicara dan berkomunikasi
  • Kejelasan
  • Pemahaman kapan harus diam, menengahi, dan mengawasi
 
ELEMEN MENDENGAR
  • Ketertarikan pada pembicara
  • Kontak mata
  • Niat untuk secara penuh awake dan aware
  • Keterbukaan: kepada diri sendiri dan orang lain
  • Perhatian
  • Mendngar diri sendiri
  • Feedback
  • Bahasa tubuh
  • Perubahan pola-pola dalam mendengar
  • Harapan terhadap pembicara, terhadap pesan yang disampaikan, dan terhadap agenda mereka
Catatan kaki:
Diupdate Maret 2003: Berdasarkan survey pengunjung. Dipercayai bahwa persentase ini dikembangkan oleh Professor Albert Mehrabian, dan dipublikasi dalam bukunya "Silent Messages" tahun 1971. Sumber lain menyebutkan hal yang kurang lebih sama, yaitu "What is Non Verbal communication" - Chapman University, dan "Non Verbal Communication' oleh Professor Albert Mehrabian (Chicago: Aldine-Atherton, 1972). Persentase terakhir dari berbagai sumber mengatakan Kata-kata 7%, Tekanan suara 43% dan Sinyal non verbal 50%.
 
 

Pembicara Yang Hebat Itu Jelas Dalam Bicara

Berabad-abad yang lalu, pembicara hebat biasa berbicara dua jam atau lebih. Kini, setelah berita di televisi telah menjadi "norma" dan berbagai permasalahan serius diselesaikan dalam satu jam di telenovela, audience lebih tertarik pada para pembicara yang mampu menyampaikan poin-poinnya dengan waktu yang singkat. Dalam sebuah pidato yang disampaikan kepada audience "Perempuan Dalam Komunikasi", Patricia Ward Brash mengatakan, "Televisi telah berperan dalam menciptakan masyarakat yang tidak sabaran, yang mengharapkan kita bisa menyampaikan berbagai poin dengan sederhana dan cepat."

Pertanyaan:

- Bagaimana tentang pembicara di era modern?
- Panduan apa yang perlu diikuti?
- Apa yang bisa diperoleh dengan memahami audience?

PEMBICARA YANG HEBAT ITU JELAS

Di zaman ini, pembicara hebat ditandai dengan keringkasannya. Billy Graham, dalam rangkaian kampanye di seluruh kota di Cincinnati, berbicara sekitar 20 menit setiap malam. Theodore Sorensen dalam bukunya "Kennedy" memberikan panduan yang menunjukkan bagaimana Presiden Kennedy mempersiapkan orasi-orasinya. Setiap paket pembicaraan sang presiden itu, tidak ada satupun yang lamanya lebih dari 20 atau 30 menit. Ia tidak membuang-buang kata dan penyampaiannya tidak memboroskan waktu. Ia jarang sekali menggunakan kata-kata "sampah" atau word filler yang tak berguna seperti "ehmm.." atau "ee..ee."

Josh Boyd, seorang profesor dan periset di sebuah universitas terkemuka menulis, "Dalam fisika, tenaga (power) didefinisikan sebagai gaya (kerja) dibagi dengan waktu (time). Dengan kata lain, bekerja lebih banyak dengan waktu yang lebih sedikit akan menghasilkan lebih banyak tenaga. Dalam cara yang sama, pesan dari seorang pembicara akan lebih memiliki kekuatan jika yang bersangkutan bisa menyampaikan bicaranya dalam waktu yang lebih singkat."

Berikut ini adalah panduan untuk mencapai kejelasan dalam berbicara.

KURANG DARI DUA MENIT

Dalam menggunakan cerita, teruslah bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana saya bisa menceritakan hal ini dalam waktu yang lebih singkat dan dengan kata-kata yang lebih sedikit?" Tulislah cerita Anda, dan ceritakan untuk melihat hasilnya.

Ada sebuah pepatah dalam menggunakan humor: "Makin panjang ceritanya, mestinya makin lucu." Dikaitkan dengan proses bercerita secara umum, kita bisa mengatakan, "Makin panjang ceritanya, mestinya makin berefek pada audience." Untuk meyakinkan bahwa cerita Anda memang kurang dari dua menit lamanya, masukkan hanya informasi yang menjawab pertanyaan-pertanya an ini "Who?" "What?" "When?" "Where?" dan "Why?". Jika tidak menjawab pertanyaan-pertanya an ini, tinggalkan saja.

Yakinkan bahwa Anda punya persepsi arah dalam cerita Anda. Setiap bagian dari cerita harus bergerak maju menuju kesimpulan di dalam kepala pendengar. Pendengar sendiri harus bisa merasakan pergerakan itu.

SEDIKIT LEBIH BAIK

Apabila mungkin, ikuti aturan ini, "Sedikit lebih baik daripada banyak." Jangan pernah menggunakan tiga kata jika Anda bisa mengucapkannya dengan dua. Tinggalkan kata-kata klise, word filler (bunyi-bunyi tanpa arti seperti bergumam, "you know", "begitulah", "basically", "ehm..", "e.." dan sebagainya). Tinggalkan frasa-frasa seperti, "Saya katakan sejujurnya" atau "Untuk mengatakannya dengan cara lain", jika Anda memang tidak memerlukannya.

Berbicaralah dengan kalimat-kalimat pendek, frasa-frasa pendek, dan kata-kata pendek. Pilihan kata harus jelas bagi audience. Jadikan target bahwa setiap kata dalam bicara Anda punya pengaruh kuat pada pendengar.

LATIHAN MENEMUKAN KEKUATAN

Ketahuilah lamanya bicara Anda dengan latihan. Jangan biasakan kaget pada lamanya bicara Anda. Jangan pernah berkata pada audience, "Saya kehabisan waktu, saya harus cepat-cepat." Anda semestinya sudah tahu tentang hal itu karena Anda sudah mempersiapkan diri dan melatih bicara Anda.

Satu langkah lebih jauh, jika Anda tahu batas waktunya adalah 20 menit, berhentilah satu menit lebih cepat; jangan malah ngaret. Audience akan menghargai Anda karena Anda menghargai waktu mereka.

BAGI KE DALAM SEGMEN

Belajarlah membagi bicara Anda ke dalam segmen-segmen berbasis waktu. Kita ambil contoh sebuah presentasi yang berdurasi 20 menit. Sesi perkenalan tidak boleh lebih dari 2,5 menit. Anda bisa mendapatkan perhatian dan memberi preview dari pesan Anda dalam waktu sesingkat itu. Hindari pembukaan dengan mengungkapkan hal-hal yang terlalu umum seperti tentang cuaca misalnya. Sudah nggak jamannya. Biarkan audience Anda tahu sejak awal bahwa kata-kata Anda penuh makna.

Habiskan sebagian besar waktu Anda untuk "tubuh" presentasi Anda. Di sinilah tempat Anda membuat poin, mendukung poin atau membuktikan poin.

Dua menit yang terakhir semestinya dijadikan tempat untuk meringkas dan menyimpulkan. Beberapa pembicara mengalami kesulitan untuk mendapatkan momen ini akibat terlalu lama berbicara. Saat Anda akan menyimpulkan, simpulkanlah. Jangan "nganclong" kemana-mana. Seperti orang bijak mengatakan, "Jangan lengah di baris terakhir dari kata-kata."

HANYA SEDIKIT POIN

Salah satu cara untuk menjadikan bicara Anda jelas, adalah dengan memiliki hanya sedikit poin pada tubuh "presentasi" Anda. Jangan lebih dari tiga. Dengan maksimum tiga poin, Anda akan punya displin pribadi untuk mempersempit daripada memperluas. Dalam mengorganisasikan materi Anda, terimalah fakta bahwa Anda akan punya materi yang selalu lebih banyak daripada yang bisa Anda cakup, dan bahwa Anda hanya akan memasukkan materi yang berkaitan dengan satu, dua atau tiga poin yang Anda tetapkan. Mencoba mencakup empat sampai enam poin, akan membuat bicara Anda terlalu lama.

Catatan: Dalam beberapa hal, poin harus dibedakan dari daftar, listing atau detil lain yang memang perlu.
 
Stephen D. Boyd, Ph.D., CSP
School For Champions
 
 

Filosofi Bicara Dari Fripp Public Speaking School

Berikut adalah sebagian filosofi bicara dari Fripp Public Speaking School.

1. Tidak ada topik pembicaraan yang membosankan. Yang ada adalah pembicara yang membosankan.

2. Untuk bisa sukses, poin bicara Anda harus bisa masuk ke dalam sudut pandang audience.

3. Kualitas bicara Anda akan meningkat secara drastis bila Anda memasukkan teknik akting, teknik drama, teknik menulis, teknik mendengar, teknik visual dan apapun teknik yang terkait dengan efektifitas berkomunikasi.

4. Seni berbicara adalah menyembunyikan seninya.

5. Latihan adalah intinya, relaksasi adalah unjuk kerjanya.

6. Apakah akan membantu jika audience Anda selalu ingat apa yang Anda katakan?

7. Apakah bisa membantu jika mereka bisa mengulangi poin-poin bicara Anda dua minggu kemudian?

8. Apakah menguntungkan jika klien potensial mengetahui mengapa Anda yang dipilih untuk berbicara?

KATAKAN DENGAN SEDIKIT KATA

Anda dapat kesempatan untuk sebuah presentasi bicara publik yang hebat, dan tiba-tiba Ada diminta untuk menuntaskannya hanya dalam lima menit! Jangan panik. Untuk "generasi televisi" seperti sekarang ini, suara yang menyengat dapat lebih berbicara daripada sebuah disertasi yang panjang. Berikut adalah cara untuk mengkompres pembicaraan Anda tanpa kehilangan dampak yang Anda harapkan.

Jangan meminta maaf atau menunjukkan bahwa biasanya Anda diberi waktu lebih lama. Yakinlah bahwa Anda bisa berkomunikasi dalam lima menit. Mulailah dengan cepat. Awali dengan kata pembukaan yang menarik perhatian, seperti "Pekerjaan Anda akan punah lima tahun dari sekarang, atau dalam lima menit ke depan Saya akan meyakinkan Anda bahwa tindakan terbaik yang dapat Anda lakukan adalah..." Gunakan gaya cerita dengan efek visual yang kuat. Ilustrasikan poin-poin Anda -- bagaimana sekarang, bagaimana nantinya -- dengan cerita yang membuat audience bisa "melihat"nya. Bagi lima menit Anda ke dalam tiga bagian. Sajikan permasalahan, imbal baliknya, dan sudut pandang Anda: "Satu-satunya advis yang bisa Saya berikan hari ini adalah..." dan baris kalimat untuk pelarian Anda adalah, apa jadinya jika mereka mengikuti saran Anda!

RILEKS BERBICARA

Jika Anda mencari suatu metode yang paling murah dan efektif untuk mempromosikan produk atau jasa Anda, berkonsentrasilah pada hasil-hasil positif dari presentasi. Pikirkan tentang kontak-kontak dan klien-lien prospektif yang akan Anda dapatkan dengan hanya berbicara duapuluh menit di depan suatu audience.

Dalam kasus mengaksentuasikan hal-hal positif itu, tidaklah cukup hanya dengan merasakan apa yang bergolak di dalam perut Anda, sebelum Anda ke depan dan berbicara. Gunakan waktu untuk berlatih diri agar Anda bisa mengubah semua ketegangan itu menjadi energi.

Persiapan fisik: Lakukan pemanasan dan buatlah rileks tubuh dan wajah Anda. Jika sepatu Anda tidak nyaman, copot saja. Sekarang, berdirilah dengan satu kaki dan goyangkan kaki lainnya. Saat Anda meletakkan kembali kaki Anda, Anda akan merasakan bahwa ia lebih ringan daripada kaki lainnya. Sekarang, lakukan untuk sebelah kaki yang satu lagi. Anda menginginkan energi yang buruk pindah ke lantai dan keluar dari kepala Anda. Kesannya memang klenik sekali; tapi tidak. Ini adalah teknik praktis yang biasa digunakan para aktor.

Goyangkan tangan Anda.. dengan cepat. Letakkan di atas kepala, legnkungkan lengan dan siku dan kembalikan posisi tangan Anda. Tangan Anda akan lebih natural nanti.

"Panaskan" otot-otot wajah Anda dengan pura-pura mengunyah sesuatu. Putar bahu dan leher Anda. Bayangkan Anda melihat jarum jam. Lihatlah jam 12, tarik wajah Anda ke atas semaksimal mungkin. Sekarang lihatlah ke jam 3, lakukan yang sama. Teruskan ke jam 6 dan terakhir jam 9.

Semua latihan di atas akan menghangatkan Anda dan membuat Anda lebih rileks. Semua gerakan itu akan memudahkan pergerakan Anda dalam berbicara dengan mengikuti arus gerak yang alamiah.

Sekarang berkonsentrasilah pada calon customer Anda, tidakkah Anda merasa lebih hangat dengan hanya memikirkannya?

Majulah -- bicaralah di depan mereka dan dapatkan keuntungan dari pengalaman ini.

"Bicara Publik Menurut Fripp"
Patricia Fripp, CSP, CPAE