Suatu hari saya pernah bertemu dengan seseorang, yang pada saat itu mengikuti sebuah kelas entrepreneur dan sangat menggebu-nggebu dan bergairah sekali, terutama dalam membayangkan bisnis dan membangun bisnis. Mulailah impian dirangkai, di susun dan jadilah sebuah cita-cita.

Tapi dikemudian saya lihat dia sudah tidak bergairah dan seudah berbeda lagi, boleh dikatakan berubah 180 derajat. Kalau meminjam istilah dalam ilmu biologi...Kembali Ke Habitatnya. Mindset Seorang Karyawan.
Mengapa bisa demikian ???
Ada beberapa faktor misalnya :
1. Faktor kenyamanan dalam pekerjaan, gampangnya kerjaannya mudah, nyantai dan gaji gede plus fasilitas pendukung. Dia akan berfikiran "ngapain susah-susah buka usaha yang nggak jelas juntrungnya, mendingan gini enakkk"
2. Faktor lingkungan. Lingkungan sekitar, seperti tetangga adalah pekerja ( misalnya hidup di kompleks perumahan karyawan ), dan lingkungan keluarga merupakan pekerja.
3. Mitos. Sudah tertanam sejak kecil dalam benak kita "Belajar yang rajin, .nanti kalau sudah besar cari pekerjaan dengan gaji yang besar" mulai dari orag tua kita ( kecuali bila orangtua tersebut adalah pengusaha ), guru sekolah dari TK-sampai Kuliah dengan narasi " besok kalo sudah besar mau jadi apa ??? Polisi...Guru. ..Insinyur dll tanpa ada yang menyinggung kelak akan menjadi pengusaha..." " nanti kalo sudah lulus kerja di pabrik X dengan Y..."
4. DLL
Bagaimana mengatasinya, bila anada ingin membuka usaha ???
1. Mengubah Mind Set. Perjuangan terberat adalah mengubah mindset. Terlebih bila dimulai dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur. Karyawan yang selalu ingin instant dan mendapat tuntunan dari bozz, sebagai entrepreneur, kita dituntut untuk lebih proaktif...kreatif. ..dan inovatif...pokoknya yang berbau "if".
Caranya : membaca buku misal bukunya "mbah Kiyosaki", bukunya Mbah Purdi..dan masih banyak buku lain berserakan di toko buku yang mengupas tentang mental blocking mengenai entrepreneur.
1. Mengubah Mind Set. Perjuangan terberat adalah mengubah mindset. Terlebih bila dimulai dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur. Karyawan yang selalu ingin instant dan mendapat tuntunan dari bozz, sebagai entrepreneur, kita dituntut untuk lebih proaktif...kreatif. ..dan inovatif...pokoknya yang berbau "if".
Caranya : membaca buku misal bukunya "mbah Kiyosaki", bukunya Mbah Purdi..dan masih banyak buku lain berserakan di toko buku yang mengupas tentang mental blocking mengenai entrepreneur.
2. Bergaul dengan pengusaha, penjual pisang goreng pinggir jalan, soto di kaki lima bahkan sampai pemilik restoran dan eksportir. istilah pepatah "Bergaul Dengan Penjual Sapi Akan Ikut Baunya Sapi, Kalau Bergaul Dengan Penjual Minyak Wangi, Lumayan Lah Walau Gak Mandi Tetep Wangi.
3. Mencari mentor, sesuai dengan bidang usaha yang akan diterjuni. Jangan cari konsultan atau pertimbangan dari non pengusaha. Dengan bimbingan mentor paling tidak kita bisa sharing...syukur- syukur sharing proyek. Lumayan Kan?? Kalo minta wejangan dari orang non pengusaha... isinya pasti "Gak usah Macem-macem Nanti Rugi... Bangkrut dll" Nggak jadilah buka
usaha.
4. Mencari informasi peluang usaha. Baik di media cetak ( seperti tabloid
peluang usaha, majalah pengusaha, SWA dll ) atau di internet seperti
milis dunia wirausaha, ieu2002, dll ). Baca buku, terutama buku tentang motivasi dan entrepreneurship, gabung dengan komunitas pengusaha, milist dll
5. Usaha...ACTION. ...no more question. apapun ..sekecil bagaimanapun usaha anda...jalankan.
6. Berdo'a...kepada ALLAH SWT dan jangan lupa menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA. Agar usaha anda lebih diridhoi.
7. Silahkan tambahi sendiri.
Tergantung Waktu Memulai
Pernah gak Anda berpikir akan pensiun pada usia 55 tahun?
Kalau sebagai karyawan dan berkeinginan terus menjadi karyawan, tentu Anda akan menjawabnya "YA !"
Ketika Anda pensiun, pernah kah berpikir akan memulai bisnis?
Anggap jawabannya "YA" lagi.
Naah, ketika usia Anda 56 tahun dan Anda baru menjalani bisnis selama setahun, tentu kalau ditanya "berapa pengalaman Anda berbisnis ?" tentu jawabannya "Baru setahun".
Kalau dicermati, bisnis dengan usia setahun adalah masih belia. Berbeda jika jawaban waktunya lebih panjang, misal "Sudah 11 tahun".
Jawaban ini akan menunjukkan Anda telah malang melintang di dunia bisnis, dan tentu telah merasakan jatuh-bangunnya.
Kalau Anda ingin memiliki jam terbang bisnis lebih lama, kenapa tidak dimulai sekarang. Sehingga bila usia Anda sekarang 35 tahun, saat pensiun, Anda bisa menjawab "Saya sudah berbisnis 20 tahun"
"Tidak penting siapa Anda hari ini. Tapi yang penting, buktikan siapakah Anda 3 tahun atau 5 tahun mendatang"
Selamat Memulai dan Berkarya Nyata .......
0 komentar:
Post a Comment