Indahnya Berbagi Pengetahuan

Thursday, 30 June 2016

Warna Persahabatan

 
Pada suatu waktu, warna-warna di dunia mulai bertengkar, semua mengklaim bahwa mereka adalah yang terbaik, yang paling penting, yang paling berguna, yang paling disukai.

Hijau berkata :
"Jelas akulah yang paling penting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan dan anda akan melihat bahwa akulah yang paling banyak."

Biru menyela :
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, tetapi pertimbangkan langit dan laut. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan diambil menjadi awan dari kedalaman laut. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, anda semua bukanlah apa-apa." 

Kuning tertawa kecil : 
"Kalian semua begitu serius. Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, bulan berwarna kuning, bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa saya tidak akan ada menyenangkan." 

Oranye mulai dengan meniupkan terompet : 
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku mungkin langka, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin yang paling penting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga, dan pepaya. Aku tak selalu ada sepanjang waktu, tetapi ketika saya mengisi langit saat matahari terbit atau terbenam, kecantikan saya begitu mempesona sehingga tidak ada orang lain yang berpikir tentang kalian semua."

Merah tak tahan lagi, ia berteriak : 
"Aku adalah penguasa kalian semua. Aku adalah darah - warna kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku bersedia berjuang untuk suatu tujuan. Aku membawa semangat ke dalam kehidupan. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna gairah dan cinta."

Ungu berdiri tinggi-tinggi :
Dia sangat tinggi dan berbicara dengan keangkuhan: "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup selalu memilih aku karena aku adalah pertanda kekuasaan dan kebijaksanaan. Orang-orang tidak mempertanyakan aku! Mereka mendengarkan dan mematuhi."

Akhirnya Nila berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama : "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna ketenangan. Kalian jarang memperhatikan aku, tapi tanpa aku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman air. Anda membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk berdoa dan ketentraman batin." 

Dan semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan keunggulan diri sendiri. Perdebatan mereka semakin lama semakin keras. Tiba-tiba ada kilatan mengejutkan dan guntur menggelegar. Hujan mulai turun terus menerus. Warna-warna berdiam dalam ketakutan, mereka mendekat satu sama lain untuk berlindung.

Di tengah-tengah keributan, hujan mulai berbicara : 
"Kalian bodoh, berkelahi diantara kalian sendiri, masing-masing berusaha untuk menjatuhkan yang lain. Apa kalian tidak tahu bahwa kalian diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda antara satu sama yang lain? BerGabunglah tangan kalian satu dengan yang lain kemudian datang kepadaku." 

Warna-warnapun melakukannya, mereka bersatu dan bergabung tangan.

Hujan berkata lagi : 
"Mulai sekarang, ketika hujan, masing-masing dari kalian akan melintasi langit dalam busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup dalam damai. Pelangi adalah tanda harapan untuk esok hari." Dan begitulah, setiap kali hujan mencuci dunia, pelangi muncul di langit, untuk memperingatkan kita agar menghargai satu sama lain.


0 komentar:

Post a Comment