Mulanya feng shui untuk hidup harmoni. Lantas menjadi tradisi dan menyeruak di antara kemajuan teknologi. Beradu dengan ilmu pasti menakar hoki. Anda pun dapat mengetahui apa saja yang dipakai dalam menafsir feng shui. Istilah feng shui (Mandarin) atau hong shui (dialek Hokian) secara harfiah berarti "angin" (feng) dan "air" (shui). Kedua kata yang kian populer dalam kehidupan modern ini merujuk pada praktik tradisional etnis Tionghoa dalam tata ruang agar manusia hidup harmoni dengan alam.
Secara sederhana feng shui merujuk pada ide menyadap aliran chi (energi). Ong Hean Tatt dalam Huang Di´s Origin of Feng Shui Landscape mendefinisikan feng shui sebagai satu bentuk seni bangsa Tionghoa yang mengaitkan bentuk-bentuk fisik tanah dan bangunan dengan energi-energi yang bermanfaat atau yang merusak, yang bisa secara positif atau negatif memengaruhi kesejahteraan, peruntungan, dan kebahagiaan manusia.
Alam semesta orang Tionghoakuno bersifat naturalis yang ditandai dengan keteraturan. Laurence G. Thompson menyebutkan tiga ciri menonjol dalam masyarakat kuno. Pertama, proses siklus, seperti siang berganti malam. Kedua, proses pertumbuhan dan penyusutan. Contoh membesar dan mengecilnya bulan. Ketiga, sifat bipolaritas alam. Ketiga hal itulah yang menurunkan prinsip-prinsip feng shui. Hal itu dapat kita temui dalam konsep Yin-Yang dan simbol Tai Chi.
Akar feng shui bersifat naturalis dan tumbuh dari cara hidup pertanian primitif. Nasib manusia sangat terikat dengan perubahan serta siklus langit dan bumi yang memengaruhi cuaca, ketersediaan air, banjir, kesuburan tanah, dan sinar matahari.
Bagi pendukungnya, feng shui dianggap berpengaruh bagi kesehatan, kemakmuran, dan hubungan personal. Sebaliknya para pengkritiknya memandangnya sebagai ilmu semu (pseudoscience) . Banyak praktisi feng shuimenyatakan bahwa pemahaman tentang aliran chi di kosmos dan bentang bumi memungkinkan seseorang membaca masa depan. Menurut mereka, kemampuan menjaring dan mengumpulkan chi yang bermanfaat serta membelokkan chiyang membawa celaka (saichi) membuat seseorang atau keturunannya dapat menikmati tiga berkat besar: kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Tujuan dasar feng shui adalah membantu manusia selaras dengan lingkungan mereka sehingga kesejahteraan mereka otomatis meningkatkan. Caranya, seperti dikutip Eva Wong dalam What is Feng Shui, dengan meningkatkan aliran energi positif dan menetralisir atau menghindari energi negatif atau yang merusak dengan memanipulasilingkun gan fisik.
Sejarah dan Dinamika Feng Shui
Menurut konsultan feng shui Liem Fuk, ilmu feng shui sudah dikenal pada masa kekaisaran Huang pada 2700 SM. "Pada masa raja Wen Wang di zaman dinasti Chou, ilmu astronomi dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan seperti: astrologi, feng shui, seni, pengobatan, dsb. Pengetahuan ilmu feng shui melalui proses yang panjang. Menjelang runtuhnya dinasti Han pada 220 rumusan Wu Xing(Lima unsur) dalam feng shuiditemukan dan dikembangkan secara luas untuk pengetahuan dan seni," tambah pria dari Solo ini.
Sementara Daniel Tong dalam Feng Shui, Ramalan Chi-na dan Alkitab (Penerbit ANDI, 2008), menyebutkan salah satu petunjuk awal tentang feng shui tercatat dalam kitab kuno Li Ji atau Kitab Ritual (600SM) yang bicara tentang Ching Yang (pola ruang istana) dan Ming Tang(susunan tempat duduk para pejabat). Feng shui mulai berkembang menjadi kajian ilmu pada masa Dinasti Sung (960-1279M). Menurut Liem Fuk, setelah dinasti Sung runtuh dan China dijajah bangsa Mongol/dinasti Yuan (1271-1368), ilmu feng shui keluar dari istana. Sejak itu feng shui banyak dikenal dan dipelajari oleh masyarakat luas. Kemu-dian dinasti Yuan dikalahkan oleh suku Tiongkok asli yang dikenal dengan dinasti Ming (1368-1644).
"Pada saat kepemimpinan dinasti Ming, feng shui kembali masuk ke dalam lingkup kerajaan dan berkembang luas. Keturunan raja pun memanfaatkan ilmu feng shui untuk membangun. Contohnya Makam 13 Raja dan IstanaKota Terlarang. Pada masa kerajaan Ming berkuasa rakyatnya hidup makmur. Kebudayaan dan ilmu pengetahuan juga berkembang pesat hingga tersohor ke mancanegara, " papar Liem Fuk.Dinasti Ming akhirnya hancur setelah generasi ke-16 dan dikuasai oleh Mancuria (Qing, 1644-1911), tetapi feng shui masih terus berkembang dan dimi-nati banyak orang hingga sekarang.
Sementara itu, di negeri kelahirannya, sejak berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada 1949, feng shui secara resmi dipandang sebagai "praktik takhayul feodalistik" . Pada masa Revolusi Kebudayaan feng shuimasuk daftar 4 Ajaran Kuno (Four Olds) yang harus dilenyapkan. Praktisi feng shui dianiaya dan karya mereka dibakar oleh Tentara Merah. Sepeninggal Mao Zedong dan berakhirnya Revolusi Kebudayaan, penguasa RRC bersikap lebih toleran, namun larangan praktik feng shui masih berlaku hingga kini.
Perkembangan Ilmu Feng Shui
Daniel Tong memaparkan bahwa secara garis besar ilmu feng shui terbagi dala dua aliran utama, yaitu Aliran Bentuk atau Konfigurasi (Xing Shih)dan Aliran Kompas.Ada pendapat bahwa pada mulanya Aliran Bentuk juga dikenal sebagai Aliran Feng Shui karena berfokus pada manipulasi pola tanah, angin, dan air. Aliran ini didirikan oleh Yang Kwang Tsung (840-888), ahli feng shui istana di Provinsi Kiangsi.
Aliran Bentuk menekankan pada "nafas" dan "garis bentuk benda-benda" . Pengertian "nafas" mengacu pada lung mai (nadi naga) yaitu saluran tempat chi bergerak dan mengalir ke seluruh bumi. Sedangkan "garis bentuk benda-benda" merujuk pada bentuk struktur tanah di wilayah tertentu (seperti, pegunungan, aliran air) dan ke arah mana semua ¨benda¨ ini menghadap.
Aliran Bentuk berkembang menjadi dua cabang: Klasifikasi Bentuk Tanah (Ti Li) dan Klasifikasi Bangunan (Chai Yuan).Ti Li mengamati bentang tanah di sekitar kita dan berbagai aliran energi yang ada serta hubungannya. Sedangkan Chai Yuan yang didasarkan pemikiran Hsu Jen Wang pada masa dinasti Sung mempelajari aliran energi dalam satu bangunan dan pengaruhnya bagi penghuninya. Aliran ini menggunakan Sistem Bintang Terbang yang menggabungkan ilmu arah hadap dan tahun pembangunan suatu bangunan serta Patkwa untuk memilah energi positif dan negatif. Aliran ini kian berkembang seiring dengan laju urbanisasi meningkatnya kebutuhan properti. Kemungkinan aliran ini yang paling populer di antara warga kota.
Aliran kedua, yaitu Aliran Kompas berakar dari provinsi Fujian. Aliran yang sempat diabaikan ini pamornya dinaikkan oleh Wang Ke pada 960. Aliran ini juga dikenal dengan nama Aliran Arah dan Posisi (Fang Wei), Aliran Fujian, Metode Rumah dan Tempat Tinggal, dan Metode Leluhur Tsung Miao. Prinsip dasarnya adalah hidup orang dipengaruhi kekuatan langit dan bumi yang berhubungan dengan kesejajaran dengan rangkaian pegunungan, arah aliran sungai dan air, serta perubahan musim dan angin.
Ada tiga ciri utama aliran ini, yaitu: penggunaan Lou Pan sebagai alat perhitungan, mengutamakan arah, serta waktu yang paling tepatmemasuki dan mengumpulkan aliran chi untuk memaksimalkan potensi seseorang. Caranya dengan menganalisa Sepuluh Batang Langit, Dua belas Cabang Bumi, dan titik kompas (utara, selatan, timur, barat, dsb).
Istilah dan Peralatan
Dasar dari praktik feng shui adalah konsep Yin-Yang dan chi (energi kosmik). Istilah Yin-Yang secara sederhana adalah negatif-positif. Sementara, chi adalah kekuatan vital alam semesta yang menghidupkan semua kehidupan. Chi dikembangkan dengan membedakan energi yang bersifat negatif (Yin) dan positif (Yang). Filosofi seputar Yin-Yang menyebutkan bahwa Yang bersifat terang, maskulin, penuh kekuatan, sedangkan Yin bersifat gelap, feminin, dan penuh daya serap. Namun bukan berarti Yang baik dan Yin jelek. Secara moral keduanya merupakan kekuatan yang netral dan saling melengkapi, yang muncul secara berdampingan dengan beragam porsi dalam segala sesuatu di dalam diri manusia, alam, dan dunia.
Prinsip Yin-Yang menekankan bahwa tidak ada Yin atau Yang yang mutlak. Yin akan memiliki sedikit Yang dan sebaliknya, sesuai dengan gambar Tai Chi – bagian hitam terdapat titik putih dan bagian putih ada titik hitam – yang mengilustrasikan prinsip Yin-Yang secara sempurna.Walaupun prinsip Yin-Yang dipandang ampuh dalam menganalisa chi,namun belum cukup untuk menyelami seluruh sifat energi. Sehingga dibutuhkan prinsip 5-Unsur (Wu Xing) yang melihatnya lebih mendalam dengan membaginya menjadi 5 jenis atau sifat energi secara berurutan, mulai dari unsur kayu, api, tanah, besi (atau metal) dan air (lihat gambar). Gabungan dari prinsip Yin-Yang dan 5-Unsur inilah yang menjadi dasar untuk menganalisa sifat energi dalam astrologi China.
Karakteristik chi lainnya adalah dinamika. Maksudnya, kualitas dan arah chi terus berubah setiap dua jam dalam sehari. Keterkaitan antara ruang, waktu, dan chi dijelaskan dalam istilah 12 Cabang Bumi (yang menandai 12 jam ganda dalam sehari dan 12 arah kompas) dan Sepuluh Batang Langit (yang menyebabkan siklus 60 hari dan 60 tahun dalam kalender China). Hal ini menyiratkan bahwa lokasi feng shui harus terus menerus dinilai kembali. Perubahan yang diperlukan harus dilakukan dengan cara penataan ruangan.Untuk membantu menemukan aliran dan titik akumulasi chi, serta mengarahkan dan menyimpan chi, praktisi feng shui menggunakan berbagai alat, seperti Patkwa, Luo Pan, Mistar Feng shui, Delapan Trigram, 64 Heksagram. IChing, Angka He Tu, dan Kotak Luo Shu.
Patkwa adalah bidang segi delapan dengan 8 rangkaian 3 garis (trigram) dengan simbol Tai Chi seba-gai pusatnya. Patkwa digunakan untuk memetakan bagian dalam bangunan untuk menentukan penempatan perabot sehingga aliran "energi" tidak terhalang dengan cara apa pun.
Trigram adalah tiga garis lurus dan garis patah yang ada di Patkwa dan secara keseluruhan terdiri dari 8 rangkaian. Garis patah-patah menggambarkan Yin, dan garis lurus menggambarkan Yang. Setiap Trigram memiliki 3 garis. Trigram menggam-barkan bumi, manusia, dan langit.
Heksagram mewakili situasi tertentu dalam kehidupan dan tindakan terbaik yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Enam puluh empat heksagram dan kombinasinya dapat diperoleh dari pemaduan 8 Trigram. Cara membaca garis-garis 8 Trigram adalah dari bawah ke atas.
I Ching atau Kitab Perubahan merupakan kumpulan tafsir tentang garis-garis Trigram. Jika dipahami seksama garis-garis itu selalu bergerak, seperti halnya kehidupan. Perlahan berubah menjadi kebalikannya, kemudian kembali ke posisi semula.
Luo Pan juga disebut Kompas Feng Shui merupakan alat utama yang digunakan praktisi feng shui untuk membaca pasang surut aliran chi di suatu tempat. Dengan bentuk bundar dan kompas di tengah, Lou Pan memiliki ring yang jumlahnya bervariasi, berkisar 9 hingga 38.
Angka He Tu dan Kotak Luo Shu adalah sistem ramalan feng shui dengan angka-angka yang memainkan peranan yang sangat penting. He Tu mengacu pada mitos pola-pola di tubuh kuda naga. Penganut ini memandang angka-angka itu bergerak searah jarum jam. Kotak Luo Shu mengacu pada mitos pola-pola pada tempurung kura-kura raksasa. Luo Shuyang diambil dari Patkwa Langit Lanjutan dari Trigram merupakan diagram yang menggambarkan musim.
Menyimak perkembangan dan peralatan yang digunakan dalam praktik feng shui, kesadaran apa yang Anda dapatkan? Maukah bila nasib hidup Anda ditentukan oleh pembacaan letak, garis, dan angka-angka oleh hikmat manusia?
0 komentar:
Post a Comment